Senin, 18 April 2011

Pola Makan Sehat


Setiap makhluk hidup butuh makan untuk mendapatkan sumber tenaga, mengobati berbagai macam penyakit, mempertahankan kondisi tubuh terhadap serangan penyakit, dan sebagai energi pertumbuhan. Kalau kurang memperhatikan pola makan, berbagai penyakit dapat menyerang tubuh. Untuk itu perlu mengatur pola makan yang sehat, agar tubuh selalu kuat, stamina terjaga, dan terhindar dari penyakit. Tentunya untuk bisa mewujudkan kegunaan makanan tersebut dengan baik tidak bisa sembarang makanan yang dimakan. Apalagi di zaman sekarang ini banyak penyakit yang diakibatkan oleh pola makan yang salah. Oleh karena itu tentunya kita harus mengetahui bagaimana pola makan sehat itu.

Untuk memperoleh pola makan yang sehat itu paling tidak ada 3 kriteria yang harus kita penuhi antara lain:

1. Jumlah makanan yang kita konsumsi


Kita harus menyeimbangkan jumlah kalori yang masuk dengan jumlah energi yang kita keluarkan. Apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar dari energi yang kita keluarkan maka kita akan mengalami kelebihan berat badan.

Selain jumlahnya, komposisipun harus seimbang seperti karbohidratsebanyak 60-70%, protein sebanyak 10-15%, Lemak sebanyak 20-25%, vitamin dan mineral (A, D, E, K, B, C, dan Ca).

2. Jenis makanan yang kita konsumsi

Jenis makanan yang kita konsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak dan nutrien spesifik.

Karbohidrat komplek bisa kita penuhi dari gandum, beras, terigu, buah dan sayuran. Pilih karbohidrat yang berserat tinggi dan kurangi karbohidrat yang berasal dari gula, sirup dan makanan yang manis-manis. Konsumsi makanan yang manis paling banyak 3-5 sendok makan per hari.

Kebutuhan tubuh akan serat sebanyak lebih dari 25 gram per hari. Untuk memenuhinya diajurkan untuk mengkonsumsi buah dan sayur.

Konsumsi protein harus lengkap antara protein nabati dan hewani. Sumber protein nabati didapat dari kedelai, tempe dan tahu, sedangkan protein hewani berasal dari ikan, daging (sapi, ayam, kerbau, kambing).

Tubuh manusia juga membutuhkan lemak, akan tetapi konsumsi lemak yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang negatif, untuk itu dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi lemak.

Sumber vitamin dan mineral terdapat pada vitamin A (hati, susu, wortel, dan sayuran), vitamin D (ikan, susu, dan kuning telur), vitamin E (minyak, kacang-kacangan, dan kedelai), vitamin K (brokoli, bayam dan wortel), vitamin B (gandum, ikan, susu, dan telur), serta kalsium (susu, ikan, dan kedelai).

3. Jadwal makan


Jadwal makan harus teratur, lebih baik makan dalam jumlah yang sedikit tapi sering dan teratur daripada makan dalam porsi banyak tapi tidak teratur.

Sedangkan Direktorat Gizi Masyarakat Republik Indonesia mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang sebagai berikut:

~Makanlah aneka ragam makanan
~Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
~Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi
~Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi
~Gunakan garam beryodium
~Makanlah makanan sumber zat besi
~Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur empat bulan
~Biasakan makan pagi
~Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
~Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur
~Hindari minum minuman beralkohol
~Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
~Bacalah label pada makanan yang dikemas.

Salah satu indikator apakah pola makan kita sudah seimbang atau belum yaitu dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengetahui berat badan ideal yang bisa anda ukur di sini.

Dengan mengetahui pola makan sehat seperti diatas diharapkan kita bisa selalu menjaga kesehatan tubuh kita.




sumber : http://gayahidupsehat.org/pola-makan-sehat/

Senin, 11 April 2011

pengenalan rambut rontok pada wanita

Assalamualaikum blogger ! postingan kali ini kita akan membahas sedikit tentang rambut rontok.
Pada awalnya kita mungkin tidak menyadari rambut rontok yang dialami,
bisa berawal dari beberapa helai rambut yang tertinggal di sisir atau lantai kamar mandi hingga akhirnya kulit kepala dapat terlihat dengan jelas.
Kebotakan sering digambarkan sebagai rambut rontok yang berlebih di kepala dan bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti faktor keturunan, efek
samping dari pengobatan tertentu ataupun karena adanya masalah kesehatan.
Walaupun kebotakan lebih banyak ditemui pada pria, wanita juga mempunyai masalah tersebut terutama rambut rontok.
Hal ini biasanya lebih merisaukan para wanita karena rambut selalu diidentikkan dengan mahkota pada wanita.


Tipe Rambut Rontok Pada Wanita
Tidak seperti pria, rambut rontok pada wanita biasanya dimulai menjelang usia 50 tahun dan tidak berkaitan dengan faktor keturunan atau pola tertentu.
Biasanya juga wanita yang mengalami rambut rontok tidak menyadari apakah hal tersebut bersifat tetap atau sementara, karena ada beberapa kejadian yang
dapat menyebabkan rambut rontok seperti kehamilan atau menderita penyakit tertentu.

Berikut adalah tipe-tipe rambut rontok pada wanita:
• Androgenetic Alopecia
Merupakan tipe rambut rontok akibat keturunan dengan pola terjadinya penipisan rambut di bagian tengah kepala.
• Alopecia Areata
Pola kerontokan rambut yang berulang dan terjadi akibat suatu penyakit tertentu yang dapat terjadi di kulit kepala dan alis.
• Telogen Effluvium
Suatu kondisi dimana terjadi perontokan rambut di seluruh kulit kepala, dapat terjadi secara cepat ataupun lambat. Bisa terjadi akibat demam tinggi,
kekurangan gizi yang parah ataupun karena kekurangan darah yang kronik akibat menstruasi berat.
• Hipotiroidisme
Defisiensi tiroid kerap dihubungkan dengan rambut yang menipis atau botak.
• Sindrom Kekurangan Anagen
Suatu kondisi yang terjadi dimana rambut menjadi cepat rontok sebelum siklus pertumbuhan yang normal selesai.
• Kehamilan
Perubahan hormone selama kehamilan ataupun adanya stres saat hamil dapat menyebabkan rambut rontok.
• Traction Alopecia
Kebiasaan untuk menyisir rambut ke arah tertentu (belahan rambut) secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada rambut
dan kulit kepala sehingga membuat rambut menjadi rontok.
• Bahan Kimia Tertentu
Beberapa bahan kimia tertentu yang terdapat di dalam kaleng kemasan produk perawatan rambut dapat menyebabkan kerusakan pada kulit
kepala yang berakibat rambut menjadi rontok.
• Trichotillomania
Atau dapat juga disebut dengan kebiasan menarik-narik rambut dapat menyebabkan rambut menjadi mudah rontok.

Pengobatan
Kebotakan baik yang bersifat permanen ataupun sementara tidak dapat diobati, tetapi untuk rambut rontok dapat dilakukan perawatan untuk
membantu proses pertumbuhan rambut. Untuk beberapa tipe rambut rontok, biasanya rambut dapat tumbuh kembali tanpa perawatan.
Efektivitas dari pengobatan yang dilakukan untuk perawatan rambut rontok sangat tergantung dari penyebab rambut rontok, skala rambut rontok
serta respon dari tiap individu terhadap pengobatan yang dilakukan. Biasanya semakin besar skala rambut rontok maka pengobatan juga menjadi kurang efektif.

Pengobatan yang biasa digunakan untuk perawatan rambut rontok adalah:
• Minoxidil
Sedian yang mengandung minoxidil dapat dibeli di apotik tanpa menggunakan resep, biasanya dugunakan untuk perawatan androgenetic alopecia dan alopecia areata.
Sediaan ini biasanya berupa cairan yang dioleskan di kulit kepala sehari 2 kali untuk membantu pertumbuhan rambut dan menjaga supaya tidak terjadi kerontokan rambut.
Sediaan yang tersedia biasanya yang terdiri dari konsentrasi 2 % dan 5%.Rambut baru yang tumbuh dari perawatan dengan minoxidil biasanya lebih tipis dan pendek dari
rambut yang lain tapi cukup untuk menutupi kebotakan pada rambut. Biasanya perlu waktu 12 minggu supaya rambut baru bisa tumbuh, bila setelah penggunaan selama 6 bulan
hasil yang didapat kurang maka biasanya dokter akan menyarankan untuk menghentikan penggunaan. Bila perawatan dihentikan maka rambut akan berhenti tumbuh. Efek samping
yang mungkin timbul dapat berupa iritasi pada kulit kepala.

• Kortikosteroid
Injeksi kortison pada kulit kepala dapat digunakan untuk mengatasi alopecia areata. Perawatan biasanya dilakukan rutin setiap bulan. Terkadang dokter juga akan
meresepkan pengunaan kortikosteroid tablet untuk mengatasi rambut rontok yang parah. Rambut baru akan tumbuh 4 minggu setelah penyuntikan dilakukan. Tersedia
juga bentuk sediaan krim atau salep tetapi kurang efektif dibandingkan sediaan injeksi.

• Anthralin
Tersedia dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan di kulit kepala. Biasanya dokter meresepkan ini untuk mengobati psoriasis, tetapi terkadang dapat juga
digunakan untuk perawatan masalah kulit lainnya. Anthralin biasanya digunakan untuk pengobatan alopecia areata, rambut baru akan tumbuh sekitar 12 minggu kemudian.


• Operasi
Cangkok rambut atau transplantasi rambut dapat digunakan untuk kasus androgenetic alopecia dimana pengobatan lain tidak efektif. Pada saat transplantasi, dokter
akan menanam rambut yang berasal dari bagian bawah atau samping ke bagian kulit kepala yang botak. Biasanya dibutuhkan beberapa kali proses transplantasi untuk menutupi kebotakan tersebut.

Selain metode cangkok rambut juga terdapat operasi untuk memperkecil kulit kepala. Dimana kulit kepala yang botak dipindahkan kemudian ditempat tersebut ditutupi dengan kulit kepala yang normal.
Teknik ini bisa dikombinasikan dengan cangkok rambut.

Cara lain yang dapat dipilih adalah dengan menggunakan wig atau rambut palsu apabila ternyata pengobatan yang dilakukan tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Saat ini telah tersedia beberapa model rambut palsu baik dengan rambut asli ataupun rambut sintetis yang dapat dipilih.
Metode apapun yang ingin dilakukan sebaiknya konsultasikan dahulu dengan ahlinya dan sesuaikan juga dengan budget anda.

yap mungkin itu saja yang dapat kita info kan. semoga bermanfaat ya !
 
Copyright (c) 2010 Dunia Biologi and Powered by Blogger.